Pemadaman Bergilir
Pemadaman bergilir? Ya. Ini udah kali kedua rumah gua dapet jatah pemadaman bergilir. Yang pertama kemarin lusa dari jam 13.30-18.00, dan yang kedua hari ini dari jam 17.00-22.15. Menurut berita di tv sih hal ini bakalan berlangsung sampai dua minggu kedepan di daerah Jakarta dan sekitarnya. Well, apa mau dikata, inilah realitas yang harus dihadapi oleh kita konsumen “setia” PLN, tarif listrik naik namun tidak diiringi dengan pelayanan yang membaik.
Well, skip those things, it’s not the main reason why i wanna write my blog since like months. I write, because i figure out something because of this “pemadaman bergilir”.
Pertama kali gua menyadari mati listrik saat gua terbangun dari tidur sekitar pukul 18.00 dan menyadari bahwa kamar gelap dan badan keringetan. Kondisi yang tidak enak untuk lo terbangun dari tidur. Bangun dari kasur, solat maghrib dan turun ke bawah untuk menyalakan lilin. Cuma ada gua, nyokap dan adek gua di rumah, kita berkumpul di ruang tengah dengan dua lilin dan hening….Krik..krik…Bingung mau ngapain. So, akhirnya gua memutuskan untuk keatas, membawa setoples kerupuk udang dan segelas air. *just wondering what am i gonna do to kill some hours before the electricity turns ON.
Akhirnya gua pun sms-an sama beberapa orang (setelah memikirkan bahwa telp2an menghabiskan batere lebih cepat). Lumayanlah, ngobrol lewat sms dengan beberapa teman diselingi kerupuk udang dan segelas air membuat dua jam berjalan lebih cepat dibanding diam dan hanya memandangi lilin saja.
Jam 21.00-an, batere HP dua2nya udah tinggal satu bar (bingung mau ngapain lagi, secara masih ada beberapa jam lagi sebelum listrik menyala). Akhirnya gua pun memutuskan untuk online dengan laptop (Thx to adek gua yg nge-charge td siang), lumayan bisa buat membunuh waktu sekitar 1-2 jam. Membuka laptop di pojokan kamar deket jendela yang dibuka lebar (biar ga gerah). Ternyata oh ternyata, gua baru menyadari bahwa keyboard pada laptop tidak punya lampu kecil kayak di HP. Alhasil mengetik pun jadi susah banget dan menggunakan laptop di kegelapan amatlah tidak nyaman. Lilin pun gua taruh di sebelah laptop untuk membantu penerangan.
Dan akhirnya gua pun bisa online (Walaupun ngetik rada susah, but still..better than doing nothing). Mozilla firefox, yahoo messenger, buka beberapa bookmark, login dan “aku online online..online online..” (he3, backsound lagu saykoji-online). Setelah sekitar 15 menitan online, tiba-tiba terdengar bunyi sebuah suara yang berat, suara bass..suara bass speaker gua, which means listrik pun kembali menyala. Finallyyy!!!! *akhirnya gua bisa ngetik dengan nyaman tanpa harus memicingkan mata.
So, there’s two things i’ve learned from this pemadaman bergilir :
1. Sangatlah tidak nyaman menggunakan laptop saat kondisi gelap. Mungkin para produsen bisa melengkapi keyboard dengan lampu LED, keyboard yang menyala saat gelap atau yang lebih sederhana mungkin bisa kayak lampu pada keypad HP.
2. Ternyata pojokan kamar gua didekat jendela dimana ada karpet, beberapa folder dan box, tape dan gitar adalah area yang cukup nyaman untuk ngenet, nge-laptop, dkk. Kalau ada bantal besar nampak akan lebih nyaman lagi. :p
Filed under: Catatan Harian | 6 Comments
Antena oh antena part.2
Berhubung udah pernah posting dengan judul “Antena oh antena”, makanya dikasih part.2, karena kemungkinan akan ada seri-seri berikutnya, hehehe…
Postingan kali ini bukan tentang mata kuliah antena, namun tentang kegiatan di Div. Antena di perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Sebenernya pengen jelasin lebih lanjut tentang keadaan di divisi ini, namun berhubung belum ada mood buat nulisnya, jadi saya mau upload foto aja dulu. Foto ini diambil pas pa Ubek (rekan kerja satu tim) sedang mengukur VSWR antena yang dibuat.

Filed under: Catatan Harian | 3 Comments
Tags: Deadline, Kerja
Stuck
Evaluasi Kerja selama (kurang lebih) 2 bulan :
1. Baru menghasilkan 3 design antena, 2 sudah direalisasikan namun belum sempat diukur performancenya.
2. Membuat 2 design saluran transmisi (phasing line). dua2nya sudah direalisasikan namun hasil performancenya tidak sesuai (masih ada kecurigaan pada teknik dan alat pengukuran)
3. Saat ini sedang mendesign patch antena array sebanyak 32 elemen. Dengan komputer yang disediakan (Core2Quad 2,33 GHz, 4 GB RAM) memerlukan waktu simulasi kurang lebih 2 jam sekali running. Namun karena processornya Core2Quad jadi bisa 3 simulasi sekali jalan.
Hmm..kontrak kerja saya tinggal satu bulan lagi, namun saya belum menghasilkan prototype yang bagus. Kalau mau fair dan dilihat secara kasat mata sih ada beberapa hal yang menghambat progress kerja saya. Namun saya juga mengakui bahwa dari diri saya sendiri juga turut mempengaruhi progress pekerjaan ini. Masih mood-mood-an seperti waktu ngerjain TA, kurang kerja keras dan sering membuat excuse atas kondisi dan atmosfer yang ada di kantor.
Beberapa teman memberi masukan dan saran yang membuka mata saya akan sikap saya selama ini dalam bekerja. Dan sekarang saya akan berusaha untuk meraih dan mengejar target saya selama sisa waktu saya yang tinggal kurang dari sebulan lagi.
SEMANGAT!!!!
Filed under: Catatan Harian | 2 Comments
Tags: Antenna, GJ, Kerja, Simulasi, Stuck
Personality Test
Kemarin malam saya mengisi personality test dari link yang dikasih sama teman saya Putri di facebook. Berikut Hasilnya :
Your view on yourself:
You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.
The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:
You like serious, smart and determined people. You don’t judge a book by its cover, so good-looking people aren’t necessarily your style. This makes you an attractive person in many people’s eyes.
Your readiness to commit to a relationship:
You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.
The seriousness of your love:
You like to flirt and behave seductively. The opposite sex finds this very attractive, and that’s why you’ll always have admirers hanging off your arms. But how serious are you about choosing someone to be in a relationship with?
Your views on education
Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.
The right job for you:
You’re a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you’ll be set for life.
How do you view success:
Success in your career is not the most important thing in life. You are content with what you have and think that being with someone you love is more than spending all of your precious time just working.
What are you most afraid of:
You are concerned about your image and the way others see you. This means that you try very hard to be accepted by other people. It’s time for you to believe in who you are, not what you wear.
Who is your true self:
You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.
Hmmn….Sebagian besar sih banyak benarnya, tapi ada beberapa yang kurang pas (menurut saya pribadi sih). Well, tapi namanya juga personality test, kadang kita melihat diri kita berbeda dari yang terlihat oleh orang lain, padahal mungkin kita yang tidak menyadari diri kita dari sudut pandang orang lain. Bagaimana menurut kalian?
Bagi yang mau mencoba bisa membuka link ini.
Filed under: Uncategorized | 5 Comments
Tags: Karakter, Kepribadian, Personality Test, Quiz
Weekend
Berhubung saya udah mulai kerja terhitung tanggal 13 Mei kemarin, dengan waktu kerja Senin-Jum’at, 8.00-17.00 (officially, tp sering molor pulangnya), weekend menjadi waktu yang paling berharga dan dinanti tiap minggunya. Dua weekend sebelumnya saya balik ke jakarta untuk beberapa keperluan, dan ga bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk benar-benar beristirahat, makanya weekend ini digunakan semaksimal mungkin untuk bisa beristirahat dan merampungkan hal-hal yang harus dilakukan yang ga bisa dilakukan di hari kerja.
Tadi pagi akhirnya mencuci motor di DU dan servis+ganti oli+ganti kanvas rem di AHASS DU (kasian motor yang dah lama banget ga ganti oli). Dari kosan jam 10.00, balik-balik tiba-tiba udah jam 12.20, ga kerasa 2,5 jam dah kepake buat sang motor. Merebahkan badan di kasur dan tiba-tiba kebangun jam 14.00. Wah, belum solat, akhirnya saya pun mandi dan solat. Abis solat karena masih ngantuk dan tepar saya pun merebahkan badan kembali dan alangkah terkejutnya ketiba melihat waktu sudah menunjukkan pukul 19.28. Waduh, kebablasan nih tidurnya, nampaknya ini akibat jam tidur saya yang kurang setelah mulai bekerja, terakumulasi (mengingat dua weekend sebelumnya balik ke jakarta) dan pas ada kesempatan buat beristirahat langsung deh tepar. Saya juga bingung, udah pulang kantor malem, menempuh perjalanan jauh pula (ujung berung), tapi tetep aja ga bisa tidur dibawah jam 22.00. Padahal badan dah capek dan mata ngantuk tapi ga bisa tidur.
Sebenarnya banyak agenda yang harus saya lakukan hari sabtu ini, namun nampaknya tubuh saya minta jatah istirahatnya, yasudahlah dilakukan besok saja. Akhirnya setelah bangun tidur saya beli makanan, karena perut udah kruyuk-kruyuk. Malam minggu pun dihabiskan di kosan, ngenet-dengerin winamp-sesekali ngecek acara di TV-nonton film di komputer-ngenet lagi, walaupun rada boring tapi enak aja akhirnya bisa beristirahat tanpa melakukan aktivitas yang menyita otak dan tenaga. Buka facebook ampe bosen, baca-baca blog orang, buka detiksport.com, goal.com, cek email, kompas.com, dkk sambil dengerin winamp. Untungnya ada film twilight jadi ga monoton amat kegiatannya.
Tapi ada hal produktif juga sih yang dilakukan sambil ngenet, Thx to www.4shared.com saya akhirnya bisa mengupdate beberapa lagu di playlist saya terutama lagu indonesia. Udah tiga lagu yang didownload dan salah satunya saya puter berulang-ulang yaitu lagunya Domino-Siapa Yang Pantas. ini lagu asik abis, musiknya catchy dan liriknya lucu, agak-agak dejavu sih. Hahahaha…
*moga-moga besok bisa efektif
Filed under: Catatan Harian | 7 Comments
Tags: Lagu Indonesia, Tepar, Weekend
Berkunjung ke SMA 82
Well, sebenarnya udah pengen banget nulis dari kemaren-kemaren, tapi lupa terus sampai akhirnya hari ini dateng mood lagi buat nulis. Jum’at 27 Maret lalu saya berkunjung ke SMA 82, pengen main dan ketemu guru-guru tercinta dan mengabarkan kalau saya udah lulus dari minggu lalu. Emang dah niat dari sejak ngerjain TA kalau saya bakalan dateng ke sma 82 kalau sudah lulus.
Datanglah saya sekitaran jam 9.20 kesana dengan membawa sedikit oleh-oleh dari Bandung
. Setelah ngobrol-ngobrol sama pak Suroto (satpam sma 82) saya pun masuk ke ruang guru. Ada bu Ega, bu Fenti, bu Qomariah di ruang guru, beserta pak Syam yang nampaknya lagi berdialog sama orang tua murid (biasalah kasus). Saya pun menyalami bu Ega dan ternyata beliau masih ingat sama saya, hehehe..Pas lagi kita ngobrol-ngobrol ternyata bu Ani, salah satu guru sma 82 terkena musibah Situ Gintung, rumahnya tersapu air namun untungnya keluarganya selamat. Dan beberapa guru sedang menjenguk ke lokasi kejadian untuk melihat kabar bu Ani. Mudah-mudahan bu Ani dan keluarga diberi ketabahan oleh Allah Swt dalam mengahadapi musibah ini.
Setelah itu saya berjalan-jalan di depan lorong kelas 3 ips, sambil celingak-celinguk ke dalam kelas (sekalian melihat perkembangan adik2,ha3) dan bertemu bu Aisyah dan bu Sri yang baru selesai ngawas ujian. Trus balik lagi deh ke ruang guru ngobrol-ngobrol sama bu Aisyah sambil menunggu bu Iwan (guru fisika favorit saya tercinta) yang masih ngawas. Dan ga lama kemudian datanglah bu Iwan, yang nampak tidak berubah, malahan terlihat awet muda (hehehe,,piss bu!!). Ini dia bu Iwan yang awet muda, he3 :

Mau cerita dikit nih tentang bu Iwan. Jadi, dulu pertama kali bertemu bu Iwan ini pas hari pertama MOS (Masa Orientasi Siswa), dan beliau yang mengatur barisan kita pas mau upacara. First impression saya “buset, ni guru kayaknya killer banget”. Dan ternyata beberapa hari setelah itu beliau masuk ke kelas kita dan memperkenalkan diri sebagai guru fisika “eng ing eng, cocok banget nih”. Entah kenapa kelas satu yang kebagian diajar sama beliau cuma kelas kita doang (I-4) soalnya beliau harusnya ngajar kelas 3 ipa saja. Kalau ngajar cuma bawa dua spidol (satu warna hitam dan satunya lagi merah/biru), ga bawa buku cetak ataupun catatan apapun. Ngajarnya cepet bener, nah selesai menerangkan satu pokok bahasan beliau selalu mengatakan kalimat yang menjadi trade mark beliau
“Bisa dimengerti? Lengkapi catatan kalian!!”
Mulai deh kita ulangan, ulangannya didikte, abis dibacain soal langsung dikerjain, kita cuma dikasih waktu 10 menit sebelum lanjut ke soal berikutnya, biasanya ulangannya 5-10 soal. Ulangan pertama, blom ngerti apa-apa, pas dibagiin hasilnya esok hari, hampir semua anak di kelas dapet tongkat a.k.a nilai 1, termasuk saya. Seumur-umur belom pernah dapet 1. Dan ulangan-ulangan berikutnya masih dapet 1, paling mentok dapet 3 atau 5. Sampai akhirnya saya bisa mulai memahami saat beliau mengajar, nilai saya pun membaik menjadi 8 dan terkadang 10. Ternyata setelah saya sadari, cara beliau mengajar itu enak, cepat dan tepat sasaran, walaupun emang soal ulangannya susah dan harus cepat ngerjainnya. Saya menyadari ini pas ulangan umum, kok bisa cepet ya ngerjainnya dibanding soal bu iwan. Selanjutnya saya pun sangat menikmati pelajaran ini, soalnya bu Iwan ngajarnya enak. Boleh dibilang saat itu saya merasa ngerti fisika, ternyata bisa juga ya dapet nilai bagus kalau belajar itu dinikmati (setelah ga pernah dapet ranking selama di SMP
).
Guru favorit saya berikutnya adalah Pak Haryadi :

Pak Haryadi ini merupakan guru matematika saya waktu kelas 3. Jadi ceritanya pas pertama kali beliau masuk kelas dan mengajar, beliau memanggil nama kita dari absensi untuk mengerjakan soal yang diberikan. Saat itu sih saya tidak takut, malah over PD dan rada sombong (soalnya di raport nilai matematika saya semester dua dapet 9 dari bu Aisyah
). Dan, nama saya pun dipanggilnya, saya maju dengan penuh percaya diri dan dia pun membacakan soal……. *Damn!! Soal kelas 1, gua ga bisa
!! (secara pas kelas 1 ga ngerti pelajaran matematikanya). Namun saya masih berupaya mengerjakan dengan mencorat-coret papan tulis (sial, malu bgt nih, masa ranking satu ga bisa ngerjain, matematiknya dapet 9 pula kmrn). Setelah 5 menit didepan Pak Haryadi pun berkata “Alvan, kamu SD nya SD inpres ya? kamu harus banyak belajar lagi ya”. (-_-’) Arrghh, malunya dibilang gitu didepan kelas. Dalam hati saya pun berkata *hmm..Liat aja pak nanti!!
Boleh dibilang pak haryadi ini adalah salah satu sosok guru teladan sms 82. Beliau sangat disiplin, ga pernah terlambat sekalipun (yang ada sering banget kecepetan masuk ke kelas), benar-benar mendidik kita. Satu tahun belajar sama pak har, bisa dibilang bisa mengerti semua bahan dari kelas satu sampai kelas 3. The best lah pak Har!!!
Guru favorit saya yang ketiga adalah Pak Tabiin, sebenernya kemaren pengen banget foto sama Pak Tabiin, tapi sayangnya ga sempat. Beliau adalah Guru PPKN saya waktu kelas 1 dan kelas 3. Yang membuat saya Amaze sama beliau adalah cara mengajarnya, beliau mengajarkan PPKN (pelajaran yang notabenenya agak membosankan) dengan cara yang menarik dan filosofis. Beliau mampu menterjemahkan pokok bahasan “Persatuan dan Kesatuan” , “Ketuhanan Yang Maha Esa” , “Pancasila” ,dengan cara pandang yang berbeda, bukan hanya mengutip atau membacakan kalimat pada text book. Kadang beliau mengajar dengan grafik (ga kebayang kan ppkn pake grafik), menggunakan contoh kasus perusahaan di Jepang, ada nyerempet-nyerempet ke sejarah Prancis, pokoknya seru lah!! Pelajaran PPKN yang tadinya membosankan jadi salah satu pelajaran yang saya nantikan tiap minggu.
Satu lagi guru favorit saya yaitu Bu Aisyah. Bu Aisyah ini merupakan guru matematika yang membuat saya kembali menyenangi matematika. Entah kenapa, beliau membuat matematika terasa mudah dan menyenangkan. Tidak hanya itu, beliau juga membuka mata saya akan esensi belajar, dan sampai sekarang saya masih ingat kata-kata bijak beliau saat saya menanyakan :
Alvan : “Bu, apa gunanya sih kita belajar persamaan garis linier, trigonometri, kayaknya kalau dikehidupan sehari-hari ga dipake deh?”
dan beliau menjawab…
Bu Aisyah : “Yang kita pelajari adalah bagaimana cara memecahkan persoalan. Di matematika ketika kamu tidak bisa mendapatkan jawaban dengan menggunakan suatu rumus, kamu mencari jawaban dengan rumus lainnya. Begitu pula dengan kehidupan, di luar nanti kamu akan menghadapi masalah dan kamu harus berusaha untuk mengatasinya, bila tidak bisa dengan cara satu, maka kamu coba dengan cara yang lain sampai kamu bisa memecahkannya. Nah, di pelajaran matematika ini, pola pikir kamu dilatih untuk mencari jalan keluar tersebut”
Woww..jawaban yang tidak saya sangka, jawaban yang menyadarkan saya kalau kita belajar bukan hanya untuk menghafal rumus atau mendapatkan nilai, namun ada hal yang lain yang lebih besar dibalik itu semua.
Nah ini ada foto bareng sama guru-guru, namun berhubung lagi ngawas ujian jadinya cuma sedikit yang ikutan foto..

Ki-Ka : Bu Iwan-Bu Ega-Saya-Bu Aisyah-Bu Sri Biologi-Bu Esdinah
Bu Ega (yang lagi nelfon) merupakan wali kelas saya waktu kelas 1, Bu Esdinah wali kelas saya pas kelas 3 dan Bu Sri ngajar biologi waktu kelas 2. Sayangnya ga sempet ngobrol banyak, soalnya udah keburu bel masuk dan mereka harus kembali ngawas ujian.
Kebetulan pas saya mau balik sekitar jam 11.00 ketemu fenno di gerbang. Fenno ini temen saya dari SD tapi baru duduk sebangku pas kelas 2 sma. Dan dia kebetulan banget lagi mampir di sekolah setelah lama ga maen ke 82, sempet ngobrol-ngobrol bentarlah sambil mengupdate kabar seputar 82, hehe…

Begitulah perjalan ke 82 kemaren, setelah lebih dari setahun ga main. Banyak juga yang berubah, namun ada juga yang tidak berubah. Selain Bu Iwan yang nampak tidak berubah dan malah awet muda, siswa-siswinya pun tidak berubah a.k.a masih tetep kece-kece
Hehehehe..
Filed under: Catatan Harian | 1 Comment
Tags: Guru-guru, Lulus, SMA 82


