Itu topik yang sedang ramai dibahas di milis Civitas, tentang bagaimana mahasiswa di Teknik Elektro yang melakukan “kenakalan” ketika ujian. Mulai dari nyontek, bawa catatan kecil, mengatur posisi duduk sampai “teknik-teknik tingkat tinggi” lainnya. Beberapa berpendapat bahwa hal itu tergantung orangnya sendiri, apakah ia mau nyontek atau mau jujur. Ada juga yang mengatakan bahwa hal itu terpengaruh dari kondisi yang ada, bahwa ketika ujian tidak ada yang menjaga dan nampak dibiarkan. Dan masih banyak pendapat-pendapat lainnya.
Pada umumnya hampir semua setuju bahwa “kenakalan” yang dilakukan ketika ujian tersebut salah dan tidak baik, baik dilihat secara moral maupun agama. Terlepas dari apakah yang berpendapat demikian tidak pernah/masih melakukan “kenakalan” tersebut atau tidak. Dan tidak sedikit yang menyarankan untuk kedepannya mengkondisikan agar hal tersebut bisa diminimalisasi.
Kalau menurut saya sih dua hal tersebut saling mendukung. Pertama niat dari mahasiswanya dan yang kedua karena ada kesempatan. Ga ada asap kalau ga ada api. Contoh kasus : Kalau ada orang yang rumahnya kemalingan gara-gara dia meninggalkan rumahnya dalam keadaan pagar dan pintu terbuka, siapa yang salah ? 1. Jelas malingnya salah (mengambil sesuatu yang bukan miliknya) 2. Yang punya rumah juga salah karena teledor tidak mengunci rumahnya dan membuka niat/kesempatan untuk orang lain untuk berbuat jahat. Untuk mencegah hal itu terjadi, ya dua hal tersebut perlu diminimalisasi. Penyadaran kepada manusianya dan pengkondisian sistemnya.
Mudah-mudahan sih topik ini ga sekedar nampang sebentar di milis dan hilang begitu saja tanpa ada sebuah kebijakan atau tindak lanjut. Mohon perhatian dari pihak Prodi untuk menindaklanjuti agar hal ini bisa diatasi. Untuk pendidikan yang lebih baik..










memang
akhir2 ini menjadi pembicaraan hangat
and gw liat “mencontek” menjadi hal yang sangat lumrah sekarang ini
Mencontek sebisa mungkin dihindari!
Tak baik itu.
Tul?