Antena oh antena

Sebelumnya saya pernah menulis tentang topic yang sama di salah satu blog saya, tetang mata kuliah ET 4030 Antena dan Propagasi Gelombang. Tentang bagaimana mata kuliah ini merupakan raja terakhir buat mahasiswa subjur Telekomunikasi. Sistem penilaian dilakukan dengan mengambil bobot rata2 nilai lima kuis terbaik dan UTS. Ada dua cara pengambian nilai, 40% kuis + 60% UTS atau 60% kuis + 40% UTS, tergantung mana yang memberikan hasil terbaik. Kuis dan UTS saya lalui dengan membaca diktat kuliah, mempelajari dan mengerjakan soal-soal dari bank soal tahun-tahun sebelumnya. Sebenarnya soal-soal kuis yang diberikan polanya mirip dengan yang ada di diktat dan bank soal, namun karena ketidaktelitian, salah persepsi dan perhitungan akhirnya nilai yang saya dapat pun minim. Untuk soal UTS lebih memerlukan pemahaman mendalam mengenai konsep antenna, alhasil hanya beberapa mahasiswa yang bisa mendapat nilai baik (bisa dihitung jari).

But, that’s not the point. Setelah mengikuti mata kuliah ini selama hampir satu semester, saya masih belom bisa memahami benar mata kuliah ini seperti yang saya harapkan. Saya masih blank mengenai konsep antenna secara keseluruhan, hanya mengerti sedikit kulit luarnya. Hal ini saya rasakan ketika mengerjakan soal UTS yang diberikan, dimana soal tersebut berbeda dari soal yang ada di master dan diktat. Soal tersebut memliki tingkat kesulitan yang lebih dibanding soal-soal kuis, menuntut kita untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang mata kuliah tersebut.

Saya rasa salah satu kelebihan dan kekurangan sebagian besar mahasiswa saat ini ialah mampu belajar cepat dengan soal-soal tahun lalu namun minim konsep, termasuk saya sendiri. Penyebabnya ada dua. Pertama, kebiasaan belajar yang salah pada mahasiswa tersebut. Kedua, tuntutan dari mata kuliah tersebut. Bila mahasiswa sudah mengetahui pola soal yang diberikan dari dosen sama denga pola sebelumnya, maka tersebut merasa cukup dengan belajar dari soal-soal yang ada dia bisa mendapatkan nilai yang baik. Namun bila dosen tersebut mengeluarkan soal yang menuntut pemahaman yang lebih, maka mahasiswa pun akan belajar lebih. Well, intinya kembali ke diri sendiri. Apakah ingin memahami mata kuliah tersebut dengan baik atau hanya mencari nilai agar cepat lulus.

Advertisements

About alvanalvian

my name is alvan
This entry was posted in Catatan Harian. Bookmark the permalink.

One Response to Antena oh antena

  1. danasatriya says:

    LULUS!!!!!!! AGH GIMANA CARANYA!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s