Nasib..

Setelah cukup lama berkutat di depan laptop merapikan data-data hasil simulasi dan pengukuran, tak terasa perut mulai berbunyi. Pucuk dicinta ulam pun tiba, suara mang Ade (Penjual nasi goreng yang sering mangkal di depan kosan) terdengar lewat di bawah. Saya pun memutuskan untuk memesan mawut saja, karena daritadi gerimisnya (cukup lebat) ga berhenti dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Dan ternyata nasi goreng, mawut sama mie goreng sudah habis, yang tersisa hanya telurnya saja saja. Kayaknya hampir semua anak kosan berpikiran yang sama, bahwa hujan kayaknya ga bakal berhenti dan memutuskan untuk memesan nasi goreng mang Ade, dan apesnya saya  hanya terlambat beberapa menit.

Dan saya pun berpikiran untuk 14045 aja, namun pas ngecek uang di dompet, ternyata hanya tersisa Rp. 4000 perak, beserta beberapa receh. Oke, beli indomie di warung sebelah aja kalo gitu. Dengan modal Rp. 4000 + jaket HME buat pelindung hujan, saya pun berjalan ke warung sebelah. Apes lagi, semua isi kardus indomienya kosong. Mulai dari mie rebus berbagai rasa sampai mie goreng. Baiklah,…saya pun berjalan ke warung di gang sebelah, dan sudah tutup. Hmf..oke, coba cek warung di jalan cisitu IV. Setelah berjalan menyusuri hujan, dan lagi-lagi warung yang ini pun sudah tutup. Waduh kacau nih, masa warung di daerah kosan mahasiswa, jam 21.40 udah tutup semua.

Mulai panik, makan apa nih dengan uang Rp. 4000 di dompet, masa harus naek motor ke simpang hujan-hujanan. Saya pun berjalan kembali ke kosan, dan tiba-tiba secercah harapan muncul. GOR Bulutangkis di sebelah kosan masih menyala terang, dan nampak dari kejauhan kayak ada orang lagi makan indomie (mungkin yang abis main bulutangkis). Saya pun masuk kedalam untuk memesan indomie rebus + telor. Ternyata oh ternyata indomie rebusnya ada (tinggal 1), tapi telornya ga ada. Yasudahlah, akhirnya beli indomie rebus + indomie goreng nya aja, masak sendiri di kosan, beli telur dari mang Ade.

Dan inilah indomie rebus + telur hasil perjuangan :

imdomie-rebus-telur

Kemudian saya pun berpikir, harusnya ada metode sistem pembayaran online dari restoran kalau kita delivery makanan. Contoh kasus : saya yang ga punya uang cash, tapi ada duit di atm, mau mesen 14045 ga bisa. Coba di M-banking / e-Banking ada menu buat mesen makanan (delivery), trus tinggal di debet dari rekening dan beberapa menit kemudian ada yang ngetok pintu dan membawakan makanan pesenan kita. Betapa mudahnya kalau bisa demikian.

Ternyata sistem 14045 masih ada kekurangan, tag line :

Hujan ? ga masalah, kami yang antar

harusnya bisa jadi :

Hujan, ga ada uang cash ? ga masalah, pesen online dan kami yang antar.

Hehehehe…

About alvanalvian

my name is alvan
This entry was posted in Catatan Harian and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Nasib..

  1. Drama Queen says:

    “Hujan, ga ada uang cash ? ga masalah, pesen online dan kami yang antar“. **

    **minimum pembelian Rp 100.000,-

    wakakakakak…

    xoxoxo
    _DQ-

  2. nadeea says:

    Hai! Baca postingan ini bikin saya inget masa-masa ngekost😀
    Kalau saya, pasti langsung menuju kostan tetangga dan menjarah makanan yang ada.. haha.. perut kenyang-hati riang..😛

    nd

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s