Logic vs Emotion

Nampaknya saya harus banyak latihan menahan dan mengendalikan emosi nih. Belakangan ini (semenjak lulus) gampang terlecut emosi untuk hal-hal yang harusnya ga perlu pakai emosi. Suka aneh/bingung dengan sikap dan tingkah laku orang lain yang kadang menurut saya ga make sense, dan sering dalam hati berkata “kok bisa bertindak gitu ya” atau “ni orang mikirnya apa sih” karena saya ga nemu penjelasan logisnya.

Kalau dipikir-pikir lagi, tiap orang kan punya pola pikir yang berbeda dilatarbelakangi banyak hal yang terjadi di hidup mereka sebelumnya. Bahkan  terkadang orang yang berpendidikan tinggi sekalipun, terkadang melakukan tindakan yang tidak bisa kita pahami. Karena pada suatu hal tertentu ilmu pengetahuan & teknologi tidak bisa mengubah karakter dan pola pikir seseorang. Jadi ya beberapa hal memang tidak bisa dipecahkan dengan logika, penyelesaiannya cukup dengan cara yang lebih sederhana, yaitu dengan berusaha mengerti dan memaklumi saja.Walaupun kadang hal ini sedikit sulit buat saya, mengingat saya berpikir dengan logika. :p

Harus lebih berlapang dada nih kedepannya, hehehe…

Ngomong-ngomong soal logika dan emosi, ada studi tentang hubungan antara posisi jempol ketika merapatkan tangan dengan karakter seseorang.

Pada penelitian ini, seseorang yg ketika merapatkan kedua tangannya dan jari jempol kiri berada diatas berarti orang tersebut berpikir dengan emosi/perasaan. Semua orang yang mengenal dekat dengan saya pasti akan bilang kalau saya orang yang amat logis (terkadang terlalu logis bahkan) dan berpikir dengan logika, namun saya adalah orang dengan jempol kiri diatas. Agak bertolak belakang memang. Saudara saya yang jempol kanan diatas justru mengakui kalau dia berpikir dengan perasaannya dan seringkali tindakannya didasari alasan yang sifatnya emosional ketimbang logika.

Hmm..bingung kan..

Well, manusia memang unik bukan.. :p

Bagaimana dengan anda, dominan logika atau emosi?

image source : http://blog.michaelmichelini.com

Advertisements

About alvanalvian

my name is alvan
This entry was posted in Catatan Harian and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Logic vs Emotion

  1. sannya says:

    Eh, kalo gw taunya si kepal tangan & jempol itu kaitannya sama otak kanan & kiri (ya cukup berkaitan dengan emosi vs logika sih), kalo yang di atas jempol kiri maka dominan otak kanan (emosi, art), dan sebaliknya…

    Gue jempol kiri di atas 😀 which is suit on me

    Gw percaya sih sama metode ini, setidaknya ini yang dominan dibawa saat lo lahir. Tapi saat dewasa lo seperti apa, itu kembali dipengaruhi lingkungan, gimana lo dididik, dll…

  2. agn says:

    look porn. :))

  3. alvanalvian says:

    @agn
    Kalo lo sih ga heran gua…
    hahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s