How I Finally Said Hi to Her

15.07.2002

Hari itu adalah hari pertama sekolah tahun ajaran 2002-2003, dimana pada hari itu saya “naik pangkat” menjadi senior dengan menempati kelas baru di kelas II-4. Lokasi kelas yang baru ini berada di lantai 2 tepat diatas deretan kelas 3 IPS atau yang dikenal dengan sebutan jalur Gaza. Entah darimana nama itu bermula, tapi tidak ada satu pun murid selain kelas 3 yang berani lewat di jalur Gaza tersebut kecuali ingin cari masalah dengan penguasa sekolah.

Seperti biasa, pada hari pertama akan ada murid-murid baru kelas I yang akan menjalani hari pertama mereka di sekolah ini dengan masih memakai seragam SMP lama mereka. Pandangan menunduk dan baju yang sedikit besar adalah pemandangan yang umum diantara anak-anak baru tersebut, mereka sengaja berlaku demikian agar tidak kena masalah dengan senior-senior. Maklumlah, kehidupan SMU di Jakarta keras bung!! Hahaha..

Nah, seperti tahun sebelumnya, Bu Iwan Warina (my favorite teacher) selaku wakil kepala sekolah mulai mengumpulkan mereka semua dan membariskan mereka berdasarkan kelasnya, mulai dari kelas I-1 sampai kelas I-6. Setelah memberikan sambutan singkat selanjutnya acara diberikan kepada ketua OSIS untuk mem-briefing mereka terkait dengan Masa Orientasi Siswa (MOS) yang akan mereka jalani selama 3 hari kedepan. Karena guru sudah menyerahkan acara ke OSIS, mulailah para senior bergerak turun, seperti biasa para senior cowok akan mengintai adik-adik baru yang kece. Terutama kalau ada yang menjadi model majalah remaja ternama, model iklan, pasti langsung dipisahkan dari barisan dan diajak ngobrol di tempat yang teduh. Dan dari atas terlihat ada 3 orang yang ditarik keluar barisan oleh para senior itu, yang mana orang tersebut sekarang udah jadi artis tenar. :p

Diantara keramaian barisan anak-anak baru tersebut, mata saya tertegun pada sesosok murid perempuan di kelas I-2. Masih teringat jelas oleh saya terjadinya moment tersebut. Ia berada di barisan paling depan sedang dalam posisi istirahat ditempat, mata kami sempat bertemu sesaat lalu kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Namun lain halnya dengan saya, mata saya tidak bisa lepas menatapnya.

She has beautiful eyes..and I couldn’t stop smiling everytime I looked at her. I don’t know what it is, is it love at the first sight? Well, maybe yes, maybe no. But after that moment, the journey begin.. :p

*Sebenernya banyak hal yang terjadi (perjuangan berkenalan dengan sang adik kelas) di selang waktu antara 15 Juli 2002 – 20 September 2011. Cuma, karena saking panjang dan cupunya, ga ditulis disini..he3, cukup teman-teman terdekat penulis saja yang tahu. :p

20.09.2011

Hari ini sepertinya akan jadi hari spesial buat saya dan memang merupakan hari yang spesial. Kesempatan yang ditunggu-tunggu akhirnya bisa dilaksanakan pada hari ini. Sang adik kelas akan mendatangi pre-screening film Simfoni Luar Biasa di Blitz GI dan saya telah mengantungi 4 tiket untuk dapat menghadiri acara tersebut. Ia merupakan salah satu pemeran utama dalam film tersebut dan film ini merupakan debut karirnya di layar lebar. Dimulai dengan menjadi finalis Go Girl Look 2007, pemeran dalam sitkom Coffee Bean Show, Opera Van Java, model iklan LangitMusik, FTV, sampai menjadi langganan model video clip band-band dan penyanyi papan atas, dan banyak acara lainnya. It’s about time until she make her debut in the cinema right?

Nice outfit (checked), Pocket Camera (checked), and of course my highschool friends (checked).

Sepanjang hari di kantor saya tidak bisa berhenti memikirkan, apa yang akan saya katakan padanya saat nanti bertemu, “Hai, saya senior kamu di sma lo, dari pertama kamu masuk sekolah saya udah nge-gebet kamu, tapi saya ga berani ngajak kenalan sampe sekarang.”  Dijamin bakalan bingung dan krik krik dia kalau sampe saya ngomong seperti itu + komentar dalam hari “kemana aja nih orang, kenalan aja ga berani, cupu banget”. Sampai pada akhirnya saya mempasrahkan saja apa yang nanti terjadi, we’ll see how it goes. 

Sekitar jam 19.30 saya tiba di GI bersama kedua teman saya yang berbaik hati menemani saya melewati malam ini. Acara dimulai pukul 21.00, namun sekitar pukul 20.00 sehabis makan malam kami sudah naik ke Blitz. Kami bertiga pun memasuki Blitz dengan santai, belum ramai ketika itu, hanya terdapat beberapa orang disana. Dari jauh saya melihat seorang wanita yang sedang membelakangi saya sedang berbicara dengan beberapa orang pria, jantung saya pun berdegup kencang, pasti sang adik kelas. Dan memang benar, ia sedang diwawancarai salah satu stasiun TV swasta mengenai perannya di film ini.

Jantung saya pun kembali berdegup kencang, what am I gonna do? Setelah berembuk dengan kedua teman saya, akhirnya saya memutuskan untuk menunggu sampai ia selesai wawancara dan berkenalan dengannya. It’s kinda weird feeling at the moment.. 

Dan akhirnya, saya pun berhasil berkenalan dengannya..(ini jantung udah kayak mau copot saking deg2annya). Hai, gua alvan..gua senior lo di SMA loh.. Dan ia pun tertegun sejenak, nampaknya ia tidak ingat *yaiyalah..siape lo van..hahaha… Setelah berkenalan saya pun memberanikan diri minta foto bareng. And this is it, after 9 years of waiting :

Perasaan yang aneh waktu itu, seneng, deg2an, grogi, semuanya campur jadi satu. Akhirnya setelah 9 tahun saya bisa kenalan juga sama dia. I know many of you would think that’s kinda pathetic. But, what can I say, that’s just the truth.. :p

The best part happened after I enter the studio.

So, kita dapet ruang auditorium 9 sementara malam ini ada dua studio yang memainkan film tersebut dan belum tau sang adik kelas akan masuk studio yang mana. Berhubung ga bisa milih, jadi masuklah kita di Audi 9. Walaupun ga bisa nonton bareng satu studio, gpplah yang penting udah dapet kenalan dan foto, karena sebenernya target saya cuma sampe disitu aja. Pas film mau dimulai tiba-tiba masuklah sang adik kelas berdua bersama managernya. Mereka berhenti sejenak di tangga dan memandang berkeliling, mencari posisi bangku yang kosong. Mereka pun berjalan perlahan ke arah kami dan berbelok tepat di deretan depan kami, and guest what?! She sat right in front of me with her manager on the right and an empty chair on the left.

An empty chair on the left,.. hmmm…? 

Maju, engga, maju, engga, maju, engga…..Maju!!!

Saya pun memberanikan diri duduk disebelahnya (setelah konfirmasi dulu kalau memang ga ada orang yg duduk disana :p ). Dan duduklah saya bersebelahan dengan dirinya, menonton film yang dibintangi oleh dirinya pula. Selama film, sempat lah kita ngobrol2 tentang film yang dibintanginya ini, komentar dan tertawa saat ada adegan yang lucu, sambil sesekali makan pop corn yang dia tawarin. Hehehe.. 🙂

It was one of my best night. Technically it was not a date but for me it feels like a date. Well, you went to the cinema, watched movie together and shared a pop corn. :p (ngarep mode : on).

So, that’s the story of How I Finally Said Hi to Her.

Special thanks to Dimi & Levi for the tickets and also to Hesa and Riri for the supports. You guys made my day!!

Advertisements

About alvanalvian

my name is alvan
This entry was posted in Catatan Harian and tagged , . Bookmark the permalink.

15 Responses to How I Finally Said Hi to Her

  1. jofa says:

    two thumbs up!!

    tidak ada kata terlambat untuk berkenalan ya van. mudah”an abis ini ada lanjutannya 😀

  2. Asop says:

    Eeeeeh itu sang wanita… siapa ya namanya? Duuuuh lupaaaa sering nongol dulu di OVJ bukan sih? *sotoy*

  3. tyson says:

    Bukannya doi cuman figuran yah :p

  4. alvanalvian says:

    @ Jofa
    Tengkyu Jof.. habis ini ga ada cerita lanjutannya kok.. :p

    @ Asop
    Namanya Gista Putri, iya sering main di OVJ dia..he3

    @Tyson
    Hahaha… dasar kau Son..

  5. Puput says:

    wakakakaka… *speechless
    gak lanjut tukeran nomer hp van? 😛

  6. -dims says:

    9 years, 2 months, 5 days, and you finally be a MAN, wakakakakaakakakkkkkk!!!!

    you’re the man dude, you’re the man! glad to read the story. hope the night is not the end, hehehehe… wishing you the best luck 😀

    LANJUTGAN

  7. rurumichan says:

    wuah lanjutkannnn so sweet banget penantianny mudah2an hepi ending yahhhhh dunggu undanganny.. 😀

  8. Dimas Aryasa says:

    Pathetic……hahaha
    akhirnya bisa rest in peace loe bray :p

  9. alvanalvian says:

    @ Puput
    Hahaha.. engga put, sampe sana aja udah cukup.. :p

    @ Dims
    Hahaha..tengkyu bro dims..

    @ Rurumichan
    eaaa…undangan apa pula ini.. :p

    @ DImas Aryasa
    Emang pathetic gan,.. :p
    Tapi yg penting kan udah accomplished..
    Hehehe..

  10. Jofa says:

    Ahhhh kecewalah awak klo gak ada lanjutannya 😦

  11. agnesia adhissa says:

    Paling lucu komentar tyson.. Heehehehehe

  12. Devi Fajar says:

    cuman bisa komentar
    ahahahahahahahahhahhahahahhahahahahahha
    manstap sangat kakak alvan ini 😀

  13. Kadek Almaniora says:

    Gw pikir cerita kronologis lo n pacar lo van… Hahahaha…

  14. Ilfa says:

    Hai Ivan. Such a sweet stories. Hihi. Waktu googling sesuatu sampai akhirnya nemu postingan ini. Just wanna say hi. Salut deh.

    Hahaha

    Keep it good.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s