People Change or Things Change?

Kemarin sore, saya dan beberapa teman kantor mengunjungi Yayasan Amalina di daerah Cirendeu Jakarta Selatan dalam rangka acara Santunan terhadap Anak Yatim di Yayasan tersebut. Nah, seperti Sekolah Islam/TPA pada umumnya, ketika kita masuk biasanya akan disuguhi pemandangan anak-anak berpakaian baju Muslim yang didominasi warna putih dengan wajah riang hilir mudik di pekarangan sekolah, suara nyanyian Shalawat nabi yang tak henti-hentinya berkumandang, kaligrafi dan doa dalam tulisan arab di dalam kelas, dllnya.

Sejenak saya terdiam dan mencoba meresapi keadaan yang ada saat itu. Hal ini membuka ingatan saya kembali ke belasan tahun yang lalu saat saya seumur mereka. Ketika itu tiap sore, dua kali dalam seminggu, saya datang ke TPA untuk belajar membaca Al-Quran, Tajwid, Shalat, dllnya. Memakai baju Koko lengkap dengan Peci + Tas kecil yang berisi Al-Quran, Buku Tajwid dan Buku Tulis. Terkadang Mama memberikan uang jajan 100 perak buat saya dan kak Agnes untuk beli jajanan disana, ketika kita sedang malas dan pengen bolos TPA. Melihat wajah-wajah mereka kemarin, saya jadi membayangkan apa yang ada di kepala dan pikiran saya ketika itu…

Datang ke TPA karena disuruh orang tua untuk belajar ngaji..

Ahh..harus datang TPA, padahal Saint Seiya & Ksatria Baja Hitam lagi seru..

Lumayan…di TPA bisa main sama temen-temen..

Walaupun terkadang setengah hati ini pengen bolos dan nonton Saint Seiya, tapi tetep dateng untuk belajar Ngaji. Walaupun mungkin ketika itu saya ga tau persis esensinya untuk apa, tapi saya tetap melakukannya karena itu hal yang baik kata orang tua, membaca Al-Quran, belajar sifat-sifat nabi, belajar sejarah Islam, dll.

Namun ketika kemarin kita ke TPA, saya melihat banyak hal berubah pada “mantan” santri nya alias saya dan teman-teman kantor. Diajak doa bersama, malah diselingi ngobrol, yang lain bershalawat, kita malah cengengesan di belakang, dulu baca Al-Quran minimal 3x seminggu, sekarang tiap minggu aja belum tentu dibuka.

Ironis ya…

Kita yang saat ini sudah dewasa dan sudah paham akan esensinya, kok malah susah ya untuk melakukan hal-hal yang dulu begitu mudah kita lakukan saat masih bocah.

Why?

Does People Change or Things Change?

Advertisements

About alvanalvian

my name is alvan
This entry was posted in Catatan Harian and tagged , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to People Change or Things Change?

  1. Drama Queen says:

    “Why?”
    I guess as kids, we didn’t really have that many ‘wants’. Then we grew up and became adults who realize we can choose to do what we ‘want’ or do what we ‘have to’.. Also let’s not forget the gradual expansion of our ego over the years, which made us more self-oriented.

    xoxoxo
    _DQ-

  2. -dims says:

    karena makin ke sini kita makin tau kalo Saint Seiya itu gak sampe 1% dari nikmat dunia 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s