5 Elemen Penting Pendorong Kemajuan Sebuah Bangsa/Negara

Judul diatas adalah salah satu topik pada Khutbah Shalat Ied di Lapangan Merdeka Kota Solok, Sumatra Barat, pada tanggal 19 Agustus 2012 kemarin. Saya lupa nama khatibnya, namun isi khutbah yang disampaikan sangat menarik untuk saya. Beliau mengatakan, 5 elemen penting tersebut bisa diibaratkan seperti jari-jari pada tangan kita yang memiliki fungsinya masing-masing. Kira-kira berikut isi khutbahnya :

Ibu Jari – Pemimpin yang baik

Dimanapun kita berada, dalam suatu negara, kerajaan, perusahaan, masyarakat, bahkan keluarga, membutuhkan seorang pemimpin yang baik. Pemimpin yang mempunyai visi dan misi yang jelas, mempunyai integritas dan mampu menjadi panutan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang mampu membawa bangsanya kearah yang lebih baik, pemimpin yang berbakti untuk negaranya.  Bukan pemimpin yang hanya ingin memperkaya keluarga dan golongannya serta membangun dinastinya sendiri.

Ketika baik pemimpinnya, maka baik pula nasib bangsa tersebut. Namun ketika buruk pemimpinnya, maka buruk pula nasib bangsa tersebut. Kalau kita menilik pada negeri ini, apakah kita sudah mendapatkan pemimpin yang baik (Presiden beserta para petinggi negara ini) ?

Jari Telunjuk – Para Ulama

Kehidupan duniawi tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan akhirat. Maka, apabila pada suatu negara kaum ulama dapat berperan dengan maksimal, dihargai dan mendapatkan tempat yang khusus maka akan baik pula akhlak dari masyarakat negara tersebut. Ibarat fungsi jari telunjuk, merekalah yang memberikan arah dan haluan yang baik, merekalah yang mengingatkan kita bila ada sesuatu yang menyimpang dan mereka pulalah yang akan pertama ditunjuk bila terdapat kesalahan pada arah dan haluan tersebut.

Kalau di negara ini, saya sebagai warga negara yang awam, masih suka bingung dengan kekisruhan antar ormas agama, tindakan yang mengarah ke anarkis dari beberapa ormas agama ke organisasi tertentu, bagaimana mau menjadi panutan ya kalau banyak tindakannya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama itu sendiri.

Jari Tengah – Masyarakat

Bukankah jari tengah adalah jari yang paling panjang? Ya, masyarakatlah yang berperan aktif dalam membangun bangsa dan negara ini. Negara Indonesia tidak kekurangan orang pintar, namun kekurangan orang yang bermental dan berkarakter unggul. Orang-orang yang menjunjung tinggi nilai agama dan menjunjung tinggi nilai dan norma yang berlaku di negaranya, orang-orang yang berbakti untuk bangsa dan negaranya, peduli pada masa depan bangsanya, bukan hanya untuk memperkaya dirinya sendiri.

Jari Manis – Hartawan yang suka berderma.

Saya masih ingat khutbah dari salah seorang ustad ketika bulan puasa lalu, “Bila saja semua pegawai BUMN yang muslim diwajibkan berzakat dan disalurkan melalui satu pintu (misal : Badan Zakat Nasional), maka akan terkumpul dana sebesar 3-4 Trilyun (mudah-mudahan angkanya benar kalau saya tidak salah)”. Bayangkan bila dana sebesar itu dikelola dan disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan, mungkin kita tidak akan melihat pengemis dan anak-anak terlantar di jalanan ibukota ini.

Jadi miris sekali ketika melihat banyak milyuner dari negara-negara maju yang hidup sederhana dan menyumbangkan sebagian besar hartanya untuk orang orang yang membutuhkan, namun di Indonesia, negara yang mayoritas muslim, untuk zakat sebesar 2.5 % dari penghasilannya saja, masih banyak yang belum melakukannya. Mudah-mudahan dengan banyaknya iklan dan gerakan untuk  berzakat, membuka mata dan kesadaran masyarakat akan pentingnya berzakat. Bagaimanapun juga, zakat termasuk dalam rukun Islam yang ketiga dan wajib hukumnya.

Jari Kelingking – Generasi Muda

Generasi muda seringkali dianggap kecil, namun merekalah masa depan bangsa. Merekalah yang akan membawa perubahan di masa yang akan datang. Maka penting bagi orang tua untuk mendidik anaknya dengan baik, karena nilai-nilai perubahan yang akan diusung mereka di masa depan nanti tergantung dari nilai-nilai yang ditanamkan saat mereka kecil.

About alvanalvian

my name is alvan
This entry was posted in Catatan Harian and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s