Jakarta Banjir

Banjir di ibukota jadi headline utama di semua media pada minggu ini. Kemungkinan besar tahun ini Jakarta bakal menghadapi bencana banjir yang cukup parah setelah terakhir banjir besar di tahun 2007 lalu. Diprediksi katanya pertengahan Februari ini bakalan jadi puncaknya, jadi kejadian minggu ini mungkin belum seberapa, bagi yang daerah rumahnya rentan banjir atau rawan banjir sangat disarankan agar siaga 1 sampai Februari.

Selasa 15 Januari 2013

Hujan deras yang melanda Jakarta dari Senin malam hingga selasa pagi kemarin mengakibatkan banjir di beberapa wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hujan hari itu cukup parah sampai jalanan dekat rumah yang biasanya ga pernah tergenang pun akhirnya tak kuasa menahan volume air yang diturunkan dari langit. Memantau dari twitter @TMCPoldaMetro, jalan swadarma (akses ciledug raya) banjir, jalan joglo depan Yadika 5 banjir. 2 Akses yang biasa digunakan ke kantor ketutup, kali ini parahnya jalanan dekat rumah yang ga pernah tergenang pun, ikut-ikutan mampet. Alhasil keluar komplek mobil-mobil udah parkir, motor-motor berseliweran deket rumah mencari jalan keluar, yang dari arah depan komplek menuju ke belakang, sedangkan yang dari belakang mencari jalan ke depan, pemandangan yang tak lazim pada kondisi normal.

Kayaknya kalau kondisi jalanan seperti ini, naik mobil atau motor pasti stress di jalan. Akhirnya saya memutuskan untuk naik kereta, dan ini untuk pertama kalinya. Walaupun udah tinggal lama di Ciledug, tapi belum pernah sekalipun naik kereta di stasiun Sudimara, maklum jarak dari rumah ke stasiun sama jarak dari rumah ke kebayoran baru sama jauhnya, jadi ga pernah kepikiran untuk naik kereta. Kondisi force majeure ini memaksa saya untuk cari aman naik kereta saja.

sudimara

source image : tribunnews.com

Dari rumah naik ojek karena angkot pada kejebak macet semua, lewat jalan tikus akhirnya berhasil sampai sana dalam waktu setengah jam. Beli tiket Rp. 8000 dan nunggu 10 menit sampai akhirnya sang kereta tiba on time sesuai jadwalnya. Rutenya : Sudimara – Jurang Mangu – Pondok Ranji – Kebayoran Lama – Palmerah – Tanah Abang. Di Tanah Abang turun dan tukar kereta dengan rute Tanah Abang – Karet – Sudirman. Turun di stasiun Sudirman dan naik 640 sampai kantor.

Kesimpulan : Naik KRL cukup nyaman dan reliable, namun untuk posisi rumah dan kantor saya yang cukup jauh dari stasiun, waktu tempuh akan lebih cepet kalo naik angkutan umum lain atau kendaraan pribadi. Tapi untuk sikon tertentu, ini bisa jadi opsi yang bagus buat saya.

Selama ini saya udah sering liat pemukiman kumuh di belakang gedung-gedung megah perkantoran elit di Jalan Sudirman, Gatot Subroto dan Rasuna Said. Tapi baru kali ini liat  pemandangan yang miris itu di sepanjang perjalanan dari Ciledug sampai ke Sudirman. Kontras ya kehidupan di Jakarta, disaat di mall-mall banyak orang membeli secangkir kopi seharga Rp. 50.000 dengan mudahnya, disisi lain di sepanjang pemukiman rel kereta itu mungkin pendapatan kepala keluarga ga sampai Rp. 50.000 sehari dan harus menghidupi keluarganya.

Emosi ga sih jadinya setiap nonton acara Jakarta Lawyers Club nya TV One mendengarkan kasus korupsi para anggota dewan yang terhormat, pejabat-pejabat negara yang sibuk maling uang rakyat. Yang uangnya buat uang saku istrinya jalan-jalan keluar negeri, beli barang-barang branded seharga mobil, buat duit jajan anak mereka clubbing dan kumpul sesama sosialita. *sigh..tarik nafas dalam-dalam..

Saya yakin kalau anggaran negara benar-benar disalurkan kepada rakyat, niscaya tidak ada orang-orang dengan kehidupan yang miris di Jakarta. Mungkin mereka tetap miskin, namun bisa dapat fasilitas kehidupan yang baik dan manusiawi. Kejadian kemaren jadi ngingetin saya akan project yang pengen dibikin di awal tahun, mudah-mudahan bulan ini bisa matang konsepnya. Aamiin...

Kamis 17 Januari 2013

Kali ini banjir merata di seluruh wilayah Jakarta, sampai jalanan protokol Jakarta banyak yang terendam. Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jalan Rasuna Said, tak luput dari genangan air yang tinggi sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.  Beberapa kantor pun akhirnya banyak yang memberikan dispensasi kepada karyawannya untuk tidak masuk bila tidak urgent. Bersyukur rumah masih aman dari banjir dan akses ke kantor masih aman.

Lokasi Banjir

Di satu sisi merasa prihatin dengan kondisi para korban banjir namun disisi lain bangga dengan solidaritas dan kebersamaan yang ditunjukkan warga Jakarta. Mulai dari mengumpulkan pakaian bekas dan makanan siap saji sampai membentuk tim evakuasi, ternyata masih banyak orang-orang dengan jiwa sosial yang tinggi di Ibukota.

Andaikan kepedulian yang tinggi itu bisa dijalankan di kehidupan sehari-hari. Mulai dari hal-hal yang kecil aja kali ya. Seperti ga buang sampah sembarangan contohnya, karena ketika kita buang sampah sembarangan itu bakal jadi salah satu penyebab banjir lo, dan penyakit juga tentunya. Paling sebel kalo liat orang buang sampah dari kaca mobil, ternyata pendidikan tinggi dan status sosial yang tinggi kadang tidak berpengaruh terhadap attitude orang ya. Sama perokok, jarang banget perokok yang buang puntung rokoknya ke tempat yang layak, kebanyakan buang di jalan dan diinjek, itu masih mending diinjek, banyak yang asal lempar aja. Bahaya kali woii, kalo kebakar gimane…

Bayar zakat untuk yang muslim. Zakat itu wajib lo, masuk rukun Islam yang ketiga. Pernah denger ceramah salah satu petinggi badan zakat yg ada di Indonesia, katanya kalau semua pegawai BUMN muslim diwajibkan berzakat dan langsung dipotong dari payroll, itu dana nya bisa terkumpul 3T dalam satu tahun (kalau engga salah denger). Bayangkan berapa banyak manfaat yang bisa diterima oleh kaum duafa kalau uang sebanyak itu bisa dikelola dengan baik. Dan Insya Allah ga ada yang dikorupsi :p

Semoga kejadian di minggu ini bikin waspada untuk saudara-saudara kita yang tinggal di daerah banjir dan udah bikin persiapan sampai Februari. Dan buat kita-kita yang masih beruntung tidak kena banjir memberikan bantuan buat yang terkena korban banjir.

*notetomyself 

CC.130119.09:36 PM. Postingan artikel yang sedikit abstrak, cuma menyalurkan apa yang ada di kepala.

Advertisements

About alvanalvian

my name is alvan
This entry was posted in Catatan Harian and tagged , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Jakarta Banjir

  1. Dimasary says:

    Super sekali blog pak alvan, seandainya tanggap dan respons cepat warga ga cuma saat banjir aja, pasti kehidupan di jakarta lebih baik deh.

  2. puput says:

    “…banyak orang membeli secangkir kopi seharga Rp. 50.000 dengan mudahnya”

    Kena tembak deh gw, tepat di kepala, mati pula… hiks…

    itu project awal tahun, project apaan van?

  3. thegunawans says:

    Mas maaf mau nanya,
    Rumah mas Alva di daerah mana yah ?
    kebetulan saya mau beli rumah daerah kav hankam,(jl strategi) dan sedang mencari-cari tahu apakah daerah rumah yg saya mau beli itu dikawasan banjir atau akses keluar rumah terkena banjir atau tidak (bajir tahunan atau 5 thn-an).
    Kerena yang saya dengar dan baca daerah puri beta dan kav hankam jalan rudal suka terendam banjir

    mohon infonya mas jika tahu, terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s